Peringati HKN ke-61, Dinkes Bangkalan Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Diabetes
Bangkalan – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menggelar talkshow interaktif bertema “Implementasi Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Diabetes” di Radio Suara Bangkalan FM, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Hj. Nur Hotibah, S.ST., BD., M.Mkes., dan dr. Wiwid Mayasari, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bangkalan.
Investasi Terbesar adalah Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nur Hotibah menegaskan bahwa tema nasional “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan kesehatan sebagai investasi utama pembangunan.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa investasi terbesar adalah kesehatan warganya. Bagi Bangkalan, HKN tahun ini berarti memperkuat pencegahan sejak dini — mulai dari kandungan, bayi, anak sekolah sampai lansia — agar produktivitas keluarga meningkat, beban penyakit menurun, dan masa depan daerah menjadi lebih kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, baik antar perangkat daerah, sekolah, maupun masyarakat, agar gaya hidup sehat menjadi budaya kolektif.
Diabetes: Akumulasi Gaya Hidup yang Salah
Sementara itu, dr. Wiwid Mayasari menjelaskan bahwa pola hidup sehat merupakan benteng utama untuk mencegah diabetes, salah satu penyakit tidak menular yang kasusnya terus meningkat di Bangkalan.
“Diabetes seringkali berkembang dari akumulasi kebiasaan sehari-hari—pola makan tinggi gula dan lemak serta kurang aktivitas fisik. Pola hidup sehat seperti makan seimbang, rutin bergerak, dan menjaga berat badan ideal bisa meningkatkan sensitivitas insulin serta menurunkan risiko naiknya gula darah,” jelas dr. Wiwid.
Ia menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati komplikasi penyakitnya.
Tren Peningkatan Kasus di Bangkalan
Hj. Nur Hotibah mengungkapkan bahwa tren penyakit tidak menular, termasuk diabetes, menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada kelompok usia produktif dan lansia.
“Kami fokus pada deteksi dini dan pencegahan. Untuk itu, puskesmas dan posbindu menjadi garda terdepan dalam melakukan skrining gula darah, pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh, serta edukasi gizi dan olahraga,” ujarnya.
Program dan Inovasi Pencegahan
Dinas Kesehatan Bangkalan menjalankan berbagai program strategis, di antaranya skrining dan deteksi dini di puskesmas dan posbindu lansia, promosi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), pelatihan kader kesehatan, serta integrasi edukasi ke sekolah dan tempat kerja.
Selain itu, terdapat inovasi kolaborasi lintas sektor, seperti kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memasukkan materi hidup sehat ke dalam kurikulum sekolah, serta sinergi dengan pesantren, kelompok tani, nelayan, dan komunitas desa untuk memperluas edukasi kesehatan.
“Kami juga menggandeng media lokal dan menggunakan grup WhatsApp desa untuk penyuluhan jarak jauh agar informasi lebih cepat sampai ke masyarakat,” tutur Hj. Nur.
Langkah Sederhana, Dampak Besar
dr. Wiwid memberikan sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat untuk memulai gaya hidup sehat:
“Kurangi minuman manis, perbanyak sayur dan buah, pilih karbohidrat kompleks seperti beras merah, bergerak minimal 30 menit per hari, serta hindari rokok dan alkohol. Konsistensi kecil setiap hari jauh lebih bermakna dibanding usaha besar yang tidak berlanjut,” pesannya.
Ia menambahkan, stres dan kurang tidur juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Karena itu, istirahat cukup dan manajemen stres menjadi bagian penting dalam pencegahan diabetes.
Edukasi Sejak Dini dan Kolaborasi Media
Dinkes Bangkalan juga aktif mengedukasi generasi muda melalui program UKS, ekstrakurikuler olahraga, dan kampanye digital di media sosial.
“Kami ingin anak muda menjadi agen perubahan yang menularkan semangat hidup sehat,” ujar Hj. Nur.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi peran Suara Bangkalan FM yang menjadi mitra strategis dalam menyebarkan pesan-pesan kesehatan kepada masyarakat luas.
“Media lokal memiliki kekuatan untuk menjangkau masyarakat secara cepat dan personal,” tambahnya.
Menutup sesi talkshow, Hj. Nur Hotibah menyampaikan harapan agar HKN ke-61 ini menjadi momentum perubahan nyata.
“Kami berharap lebih banyak keluarga melakukan skrining kesehatan, menerapkan pola hidup sehat sebagai kebiasaan, dan bersama menurunkan angka penyakit tidak menular di Bangkalan,” pungkasnya.